drone

now browsing by tag

 
 

Indahnya Sumatera Barat dari Udara

Beberapa waktu lalu Tim IndoAtlas berkunjung ke Sumatera Barat untuk melakukan pengambilan foto udara menggunakan Drone. Tim IndoAtlas berkunjung ke beberapa tempat di Sumatera Barat (Sumbar) yaitu Bukit Tinggi dan Harau. Di Sumbar udaranya sejuk dan segar, dikiri kanan terhampar luas sawah yang hijau serta pegunungan dan tebing – tebing yang indah sungguh benar – benar pemandangan yang menyejukkan mata. Terbang di Sumbar merupakan pengalaman terbang yang sangat berkesan.

Berikut beberapa foto udara yang diabadikan oleh Tim IndoAtlas menggunakan Drone.

Jenjang Seribu - Bukit Tinggi

Jenjang Seribu – Bukit Tinggi

Ngarai Sianok - Bukit TInggi

Ngarai Sianok – Bukit TInggi

sawah - harau

Persawahan – harau

 

 

Orthophoto dan Aerial Survey – Belajar GIS

Dunia semakin mengecil, bukan karena ukuran bumi yang berubah tetapi kemampuan manusia untuk saling terhubung yang semakin berkembang pesat seiring perkembangan teknologi, hingga saat ini kita bisa dengan mudah terhubung dengan siapa saja dari belahan bumi yang berbeda semua berkat kehadiran Internet, selamat datang di zaman online.

Begitu juga pada dunia survey, semakin hari kebutuhan data semakin banyak dan cepat metodenya pun semakin berkembang dari zaman ke zaman. Sejak manusia mampu menciptakan mesin terbang trend pembuatan peta mulai bergeser menggunakan survey udara yang lebih reliable dan cepat. Pada era perang dunia I pesawat mata – mata negara yang berperang melakukan penerbangan untuk mengambil foto udara daerah – daerah strategis milik musuh yang bertujuan untuk memetakan kekuatan tempur musuh dan memetakan strategi pertempuran. Setelah perang berakhir kegiatan survey udara semakin berkembang untuk kebutuhan pemetaan wilayah dengan beragam tujuan.

Pada dasarnya survey udara memanfaatkan ilmu fotogrametry dimana peta yang akan dibuat disusun dari serangkaian foto udara vertikal (tegak lurus) yang menjadi satu kesatuan. Orthophoto dapat didefenisikan sebagai foto udara yang telah dikoreksi secara geometris (orthorectified) sedemikian rupa sehingga skala dan orientasi foto seragam dan dapat dianggap setara dengan peta.

Orthophoto yang diambil menggunakan UAV memiliki resolusi dan kualitas gambar yang lebih baik dibanding citra satelit kebanyakan. Hal ini dikarenakan ketinggian pengambilan menggunakan UAV yang berada dibawah awan sehingga menghasilkan foto yang jelas dan bersih tanpa tutupan.

Dense cloud

Orthophoto

Untuk dapat digunakan sebagai peta Orthophoto terlebih dahulu harus melewati proses koreksi geometris atau rektifikasi sehingga skala dan orientasinya seragam satu dengan yang lainnya. Setelah dilakukan koreksi geometris  tahapan selanjutnya adalah georeferencing yang merupakan proses pentautan data spasial. Data spasial biasanya berasal dari pengukuran GPS pada Ground Control Point (GCP) . Setelah orthophoto ter-georeferenced makan orthophoto dapat digunakan sebagai peta yang memenuhi syarat.

Dengan bantuan software seperti Global mapper maupun ArcGis surveyor dapat dengan mudah menganalisa data pada orothophoto tersebut seperti melakukan pengukuran jarak dan luas, volume, kontur, sensus objek di permukaan dan beragam fungsi lainnya.

Pilot Drone Riau Duduk Bersama, Komitmen Terbang Aman

 

(WP, 25/3) Drone awalnya adalah istilah untuk wahana terbang militer tanpa awak yang biasa digunakan untuk operasi militer, namun penggunaan kata ‘Drone’ kian melekat hingga menjadi sebutan umum untuk wahana terbang tanpa awak yang kini bahkan semakin merakyat dan mulai berseliwiran di langit Riau.

Drone yang paling populer dan banyak digunakan saat ini adalah jenis Quadcopter berupa wahana terbang yang menggunakan empat baling – baling dan dikendalikan dengan remote control, dapat terbang membawa kamera, ada juga yang menyebutnya dengan istilah ‘helicam’. Saat ini di Riau khususnya di Pekanbaru drone jenis ini semakin banyak digunakan karena harganya yang semakin terjangkau dan kemudahan menerbangkannya. Drone jenis ini biasanya digunakan untuk melakukan pemotretan dari ketinggian dan perekaman video.

Semakin banyaknya pengguna Drone di Riau menginspirasi para penggunanya untuk membuat komunitas para penerbang drone yang kemudian diberi nama ‘Pilot Drone Riau’. Pada Jumat 25/3 lalu para Pilot Drone Riau melakukan gathering pertama di cafe Eighthreeight dengan mengundang perwakilan dari FASI (Federasi Aerosport Indonesia) dan TNI AU Lanud Roesmin Nurjadin.

Pada acara gathering tersebut para Pilot yang berasal dari penghoby, pelaku industri di bidang videography dan pemetaan termasuk IndoAtlas sepakat untuk terbang aman dan bertanggung jawab mengikuti ketentuan penerbangan dan peraturan yang berlaku.

^