Uncategorized

now browsing by category

 

Tips Membeli Kebun Sawit Agar Terhindar Dari Kerugian

Ada 14,32 juta Ha luas perkebunan kelapa sawit di Indonesia, seluas 5,81 juta Ha adalah perkebunan rakyat yang dimiliki oleh individu maupun kelompok tani. Komoditas kelapa sawit sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia, mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi mungkin ada ratusa produk turunan yang kita gunakan bersumber dari tanaman kelapa sawit. Kelapa sawit kian menjadi primadona setelah digagas program B30 dimana minyak kelapa sawit (CPO) digunakan sebagak campuran Bahan Bakar Minyak Biodiesel. Tak heran semakin banyak orang mulai menanam kelapa sawit.

Berkebun kelapa sawit sudah menjadi salah satu sumber pendapatan masyarakat sebagian besar di Pulau Sumatera dan Kalimantan terlebih di Provinsi Riau. Selain karakter tanaman kelapa sawit yang bandel, memiliki siklus hidup yang panjang (25 sd 30 tahun) hasil produksi juga sudah memiliki pasar yang jelas dan hampir pasti terserap oleh Pabrik kelapa Sawit (PKS) disekitar.

Dengan harga rata – rata Tandan Buah Segar (TBS) Rp 1.100 sd Rp 1.500 per Kg dan produksi TBS per Hektar sebesar 1.200 Kg sd 2.000 kg per Bulan (rata – rata pada umumnya) maka potensi pendapatan kebun kelapa sawit adalah sebesar Rp 1,3jt sd Rp 3 jt per Hektar Perbulannya, apalagi saat harga jual naik dan kebun kelapa sawit yang dimiliki lebih luas misalnya 5 Ha sd 10 Ha maka potensi pendapatan bulanan bisa Rp 15 jt sd Rp 30 jt per bulan. menggiurkan bukan ?

Nah, jika anda sudah bertekad ingin berkebun kelapa sawit sebagai investasi anda memiliki 2 pilihan untuk memulai. Pilihan pertama adalah menanam sendiri, mulai dari membuka lahan, memilih bibit,  menanam, merawat hingga panen perdana membutuhkan waktu 3 sd 4 tahun. Terlalu lama ? tenang saja ada pilihan ke-dua yaitu beli kebun sawit yang sudah jadi (take over kebun kelapa sawit). Kenapa ada pilihan kedua ? karena banyak sekali kebun sawit yang diperjual belikan dengan berbagai motif, ada pemilik kebun sawit yang mau pindah, tidak mampu mengurus dengan optimal, salah bibit dari awal penanaman, produksi tidak optimal, penjaga kebun yang tidak jujur, bagi – bagi warisan, anak mau kuliah, mau coba bisnis lain dan seribu motif lainnya kebun kelapa sawit dijual.

Beberapa keuntungan bagi anda yang ingin membeli kebun sawit produktif (sudah menghasilkan ) adalah lebih hemat waktu dan biaya serta langsung menghasilkan cashflow. Tapi jangan sembarangan membeli kebun kelapa sawit, salah – salah anda malah buntung bukan mendapat untung. Mau tau caranya membeli kebun kelapa sawit pasti untung ?

Berikut adalah tips membeli kebun sawit agar tidak rugi :

1. Periksa status hukum dan kepemilikan lahan
Status hukum dan kepemilikan lahan adalah hal terpenting yang harus diperhatikan agar anda tidak stress dikemudian hari. Jangan sampai kebun sawit yang anda beli berdiri diatas lahan sengketa yang tentunya akan banyak menelan biaya untuk mengurusi proses hukumnya.

Anda harus jeli menelusuri asal usul status lahan yang akan dibeli, jika lahan memiliki Surat Keterangan Ganti Rugi (SKGR) yang jelas dan sah anda boleh sedikit tenang, namun akan lebih baik jika anda membeli lahan yang sudah memiliki sertfikat kepemilikan yang jelas. Hindari membeli lahan yang belum memiliki surat – surat yang jelas dan sah. Anda dapat menelusuri status lahan tersebut dengan bertanya kepada warga sekitar, perangkat desa, camat setempat hingga cek koordinat lahan ke instansi yang berwenang.

Percayalah sedikit lebih kritis dan jeli menelusuri keabsahan status lahan yang ingin dibeli akan menguntungkan anda dimasa depan, karena sudah banyak kasus sengketa yang terjadi akibat ketidak-telitian dan menganggap remeh status kepemilikan dan asal usul lahan.

Di zaman yang sudah canggih ini anda bisa menelusuri dengan lebih detil dan akurat status lahan, anda dapat menggunakan data  koordinat titik – titik tapal batas lahan untuk di cek di BPN atau Dinas terkait lainnya untuk memastikan status kebun sawit yang akan anda beli. jika anda tidak mampu melakukannya sendiri anda dapat menggunakan bantuan Tim IndoAtlas untuk membantu melakukan pengambilan data dan pengukuran.

2. Lokasi Lokasi Lokasi.. !
Membeli lahan sawit tak beda jauh dengan membeli properti, lokasi menentukan keberhasilan anda. Jika ingin kemudahan dimasa depan carilah Kebun Kelapa Sawit yang terletak tidak jauh dari Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit, hal ini akan memudahkan anda dalam mengangkut hasil panen. Jarak yang tidak terlalu jauh dari Pabrik Kelapa Sawit akan menghemat ongkos angkut dan tentunya mengurangi kemungkinan buah restan (hasil panen tidak terangkut) serta mengurangi pangkasan (hasil panen yang digelapkan oleh pengangkutan)

Satu lagi, lokasi kebun yang dekat dengan pabrik kelapa sawit tentunya akan memberi kemudahan untuk menjual hasil produksi kelapa sawit anda, karena disekitarnya selalu tumbuh agen- agen /makelar / tengkulak yang bersedia membeli hasil panen anda. Selain itu anda akan lebih mudah mendapatkan limbah Pabrik seperti Tandan kosong, Abu janjangan dan Solid yang bermanfaat sebagai tambahan nutrisi tanaman kebun kelapa sawit anda selain pupuk organik.

Namun perkirakan juga jarak Kebun Sawit dengan domisili anda, jarak yang terlalu jauh mungkin akan menyulitkan anda ketika ingin mengontrol keadaan kebun, sehingga anda memerlukan orang yang dapat dipercaya untuk menjaga kebun sawit anda.

Jika anda kesulitan untuk melakukan survey dan analisis lokasi anda dapat menghubungi Tim IndoAtlas yang sudah berpengalaman dalam melakukan berbagai survey dan pembuatan beragam analisa teknis lainnya.

Pengukuran tanah menggunakan GPS geodetik

3.  Perhatikan kualitas tanah
Bisnis perkebunan tentunya harus didukung oleh kualitas tanah yang baik sebagai tempat tumbuhnya tanaman. Hindari membeli kebun sawit yang tumbuh diatas lahan gambut, selain rawan terbakar di musim kemarau hasil produksi tanaman sawit yang tumbuh di lahan gambut juga tidak sebaik di lahan tanah mineral. Untuk itu mungkin anda harus mengeluarkan biaya pupuk ekstra agar tanaman tetap subur dan berbuah. carilah tanah mineral yang baik dengan unsur hara dan kelembaban yang cukup.

Jika anda tidak memiliki cukup pengetahuan dan metodologi untuk melakukan survey kualitas tanah, anda dapat meminta bantuan Tim IndoAtlas yang sudah memiliki peralatan dan keilmuan yang lengkap sebagai pendamping anda.

4. Jumlah Pokok Sawit dan Kualitas Tanaman Kelapa Sawit
Kelapa Sawit juga makhluk hidup yang bisa sehat dan sakit. Pastikan anda membeli tanaman kelapa sawit yang sehat bebas dari ganoderma dan segala macam hama penyakit lainnya. Hal ini penting sekali karena produksi panen berasal dari setiap pokok kelapa sawit yang tumbuh sehat. Hama penyakit tentunya akan mengurangi produktivitas kebun bahkan dapat membuat pokok kelapa sawit mati. Jika dalam suatu areal memiliki banyak pokok kelapa sawit yang sakit atau mati maka jangan pernah berharap mendapatkan hasil panen yang berlimpah. Namun jika terpaksa harus mengakuisisi kebun yang terkena serangan ganoderma anda tidak perlu khawatir karena saat ini sudah ditemukan obat ganoderma alami yang dapat menyembuhkan pokok kelapa sawit hingga sehat dan produktif kembali. Untuk informasi tentang obat ganoderma dan hama penyakit kelapa sawit lainnya silahkan menghubungi IndoAtlas yang sudah memilki Tim dan Konsultan yang berpengalaman lebih dari 25 tahun di Industri perkebunan kelapa sawit.

Lakukan survey yang menyeluruh dan detil, hitung jumlah pokok sawit per hektar yang sehat dan inventarisir jumlah pokok mati / kosong dalam areal. Hal ini tentunya akan sulit dilakukan dengan cara manual apalagi untuk luasan kebun yang besar, Oleh karena itu anda dapat menggunakan bantuan Tim IndoAtlas untuk melakukan survey foto udara, pemetaan dan sensus pokok kelapa sawit dengan drone canggih di kebun sawit yang akan anda akuisisi. Data ini sangat diperlukan bagi anda calon buyer / pemilik kebun sawit untuk sebagai dasar acuan negosiasi harga kebun dan estimasi produksi kedepannya. Silahkan hubungi IndoAtlas untuk detilnya, konsultasi gratis.

Citra Orthophoto Kebun Kelapa Sawit yang diambil dengan UAV (drone)

4. Survey harga
Sebelum membeli cobalah untuk membandingkan harga yang ditawarkan dengan harga di lingkungan sekitar, hitung dengan anggaran yang anda miliki dan kalkulasikan dengan potensi produksi yang dapat dihasilkan. Cobalah untuk bernegosiasi dengan penjual, terburu – buru membeli jika ditawarkan dengan harga murah, bisa saja kebun sawit yang ditawarkan memiliki banyak masalah, seperti masalah hukum maupun teknis tanaman.

 

5. Ukur luas lahan dengan detil
Terakhir lakukan pengukuran ulang luas areal kebun kelapa sawit yang akan anda akuisi, pastikan anda menerima luasan yang sesuai dengan yang anda bayar dan sesuai dengan surat – surat tanah. Pastikan batas – batas areal yang akan anda miliki agar terhindar dari konflik dimasa depan. Percayakan pengukuran kebun sawit ataupun areal kepada pihak yang  sudah berpengalaman dan memiliki peralatan lengkap seperti Tim IndoAtlas yang sudah berpengalaman melakukan berbagai macam misi pengukuran dan pemetaan.

Pemetaan lahan dengan drone

itulah tips dari kami, selamat berbisnis kelapa sawit. Dan tentunya mari kita jaga lingkungan dengan mengembangkan perkebunan kelapa sawit yang tidak merusak lingkungan. Jika anda memiliki tips lainnya silahkan komentar di bawah, atau boleh juga share informasi kebun sawit dijual dan info lainnya yang relevan.

Untuk konsultasi lebih lanjut terkait produk jasa IndoAtlas dapat menghubungi  +6282284012829

Bagaimana Cara Membuat Peta Kontur yang Benar ?

Dahulu cara yang paling umum untuk membuat peta kontur adalah dengan menggunakan Total Station  atau pengukuran manual lainnya melalui ground survey. Metode ini sampai sekarang pun masih banyak digunakan dan dianggap lebih valid namun memiliki kelemahan tersendiri ketika area yang ingin dipetakan sangat luas sehingga membutuhkan waktu yang lama serta biaya yang tidak murah.

Sejak teknologi pesawat tanpa awak / drone mulai menjamur pembuatan peta kontur menjadi lebih murah melalui survey udara. Namun untuk memproduksi peta kontur yang baik dan benar dari foto udara membutuhkan tehnik khususu dan beberapa support system lainnya sehingga hasilnya dapat menggambarkan keadaan sebenarnya sedekat mungkin dengan error yang minimum.

Beberapa hal yang akan mempengaruhi kualitas peta kontur dari foto udara adalah :
1. jumlah sebaran GCP (ground control point)
2. titik sebaran GCP
3. tehnik pengambilan foto udara
4. intensitas tutupan lahan / canopy

mari kita bahas satu – persatu.

Jumlah sebaran GCP akan sangat mempengaruhi hasil. GCP ini adalah titik referensi yang akan digunakan software pengolah citra untuk melakukan interpolasi dan georeferencing data foto udara yang akan dibangun. logikanya semakin banyak jumlah GCP akan semakin baik model yang akan dibangun karena semakin mewakili keadaan lapangan yang sebenarnya.  Pengukuran GCP juga tak kalah penting, gunakan alat ukur yang baik dan metode yang benar untuk mendapatkan data yang akurat.

Titik sebaran GCP juga akan menentukan kualitas model yang akan dibangun. Peta kontur dihasilkan dari digital terrain model (DTM) yang dibangun dari foto udara, software pengolah data akan membangun DTM dari point cloud yang sudah digeoreferencing menggunakan data GCP. penyebaran titik GCP  yang baik dan benar akan mempengaruhi model DTM yang dibangun. GCP harus tersebar merata mewakili titik – titik elevasi di lapangan. semisal kondisi lapangan memiliki lembah dan bukit sangat penting untuk meletakkan GCP di dasar lembah dan puncak bukit tersebut sehingga elevasi lembah dan bukit dapat terwakili dengan baik saat pembangunan model.

Tehnik pengambilan foto udara juga berperan sangat penting. Berbeda dengan Lidar Scan, kamera RGB yang digunakan untuk pengambilan data memiliki keterbatasan tertentu. Cara kerja software pengolah data foto udara adalah dengan metode stereo view, software akan membangun modal 3D dari foto 2D yang bertampalan . Semakin banyak foto yang bertampalan akan semakin baik model dibangun untuk kasus foto udara sudut vertikal (nadir) tapi jika ingin hasil yang lebih baik lagi pengambilan data juga bisa tambah dengan pengambilan foto secara oblique (tegak 70′ ) sehingga dapat mengcover data dari tampak samping lebih banyak yang berguna untuk pembangunan point cloud yang lebih presisi.

Terakhir adalah faktor tutupan lahan / canopy. peta kontur adalah peta yang merepresentasikan terrain sehingga dalam survey foto udara pembuatan kontur dibangun dari terrain model yang sudah mengeliminasi surface / tutupan / canopy yang ada diatas terrrain. Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa metode foto udara tidak mampu menembus canopy seperti Lidar sehingga beberapa trik untuk mengeliminasi canopy harus menggunakan cara manual. sebisa mungkin GCP disebar didaerah yang terbuka dengan jumlah dan keterwakilan yang cukup sehingga nantinya metode filtering otomatis by software dapat bekerja lebih baik dan meminimalkan pekerjaan filtering manual yang membutuhkan waktu dan energi.

Peta kontur sangat vital sekali untuk dimiliki sebagai data acuan untuk beragam perencanaan, dalam dunia pertambangan peta kontur dibutuhkan untuk membuat rencana penambangan, pembuatan jalan dan infrastruktur lainnya. Dalam dunia perkebunan peta kontur sangat dibutuhkan untuk pembangunan perkebunan, manajemen pemeliharaan tanaman dan pemanenan serta banyak lagi . Indoatlas adalah perusahaan yang menyediakan jasa pembuatan peta kontur dan jasa survey lainnya dengan harga yang sangat kompetitif didukung dengan peralatan survey yang lengkap serta tenaga ahli berpengalaman. Untuk informasi lebih lanjut dan konsultasi lebih lanjut dapat menghubungi Indoatlas di +62 82284012829 .

Indahnya Sumatera Barat dari Udara

Beberapa waktu lalu Tim IndoAtlas berkunjung ke Sumatera Barat untuk melakukan pengambilan foto udara menggunakan Drone. Tim IndoAtlas berkunjung ke beberapa tempat di Sumatera Barat (Sumbar) yaitu Bukit Tinggi dan Harau. Di Sumbar udaranya sejuk dan segar, dikiri kanan terhampar luas sawah yang hijau serta pegunungan dan tebing – tebing yang indah sungguh benar – benar pemandangan yang menyejukkan mata. Terbang di Sumbar merupakan pengalaman terbang yang sangat berkesan.

Berikut beberapa foto udara yang diabadikan oleh Tim IndoAtlas menggunakan Drone.

Jenjang Seribu - Bukit Tinggi

Jenjang Seribu – Bukit Tinggi

Ngarai Sianok - Bukit TInggi

Ngarai Sianok – Bukit TInggi

sawah - harau

Persawahan – harau

 

 

Menghitung Jumlah Massa Aksi Damai 411 Dengan GIS

demo-411-3

Massa Aksi Damai 411, sumber : internet

Isu penistaan Agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI non aktif Basuki Tjahya Purnama alias Ahok pada pidatonya di Kepulauan Seribu telah menjadi isu Nasional dan menimbulkan gejolak hebat. Pernyataan Ahok yang menyinggung surat Almaidah 51 itu membuat jutaan muslim Indonesia marah, tak hanya muslim Indonesia bahkan masalah ini juga sudah terdengar ke mancanegara dan menuai protes keras.

Lambatnya pihak berwajib dalam memproses kasus tersebut membuat banyak pihak geram hingga puncaknya berbagai elemen masyarakat dan mayoritas ummat muslim turun ke jalan dalam aksi damai pada tanggal 4 November 2016 lalu. Hasilnya jalanan ibu kota jakarta berubah menjadi lautan manusia yang begitu banyak, belum pernah aksi demo diikuti oleh begitu banyak orang seperti aksi damai 411 lalu.

Aksi Damai 411 lalu menyisakan tanda tanya besar, ada berapa jumlah massa yang ikut ? mengingat hampir seluruh jalan yang menjadi rute long march tertutupi massa. Beruntungnya Aksi Damai 411 lalu didokumentasikan dengan baik oleh berbagai pihak, selain dari foto darat juga banyak foto dan video yang diambil dari udara menggunakan drone sehingga nantinya dapat dijadikan referensi untuk menghitung jumlah massa.

demo-411-4Massa Aksi Damai 411 melakukan long march dari titik kumpul Mesjid Istiqlal menuju Istana Merdeka denganrute Hotel Borobudur – Stasiun Gambir – Bareskrim – Balai Kota – Patung Kuda – Jl. Medan Merdeka Barat dan berakhir di Istana Merdeka. Dari hasil dokumentasi sepanjang aksi terlihat secara bersamaan massa memenuhi bundaran

BI, sepanjang Jalan Merdeka Selatan, Jalan Medan Merdeka Barat hinagga Medan Merdeka Utara dipenuhi oleh massa dengan kepadatan yang cukup tinggi.

Menggunakan bantuan aplikasi Google Earth yang merupakan aplikasi berbasis GIS (Geographic information System) kita dapat melakukan penghitungan jumlah massa dengan metode tertentu. Data yang ada pada Google Earth adalah berupa citra udara yang ter-georeferenced sehingga dapat digunakan sebagai peta dan dapat digunakan untuk pengukuran dengan tingkat akurasi tertentu.

Rute long march aksi damai 411 dan konsentrasi massa

Rute long march aksi damai 411 dan konsentrasi massa

Pendekatan yang kita lakukan untuk menghitung jumlah massa 411 dengan Google Earth adalah dengan cara menghitung luas area / jalan yang ditutupi oleh massa dengan membandingkan terhadap foto dan video dokumentasi pada hari tersebut. Berbekal laporan media saat itu dan foto – foto hasil dokumentasi netizen tercatat area yang dipenuhi massa adalah sepanjang Merdeka Selatan, Bundaran BI, sepanjang Merdeka Barat hingga Istana Merdeka dan Merdeka Utara. Dari pengukuran luas polygon area tersebut tercatat luas area sebesar 117.719 meter persegi. Jika diasumsikan setiap satu meter persegi dapat menampung rata – rata 4 orang dengan tingkat kepadatan sedang, maka estimasi jumlah massa adalah 117.719 meter persegi dikali 4 orang adalah sebanyak 470.876 orang (empat ratus tujuh puluh ribu delapan ratus tujuh puluh enam) bayangkan angka 470 ribu orang ini belum termasuk jumlah massa yang standby di Mesjid Istiqlal, Tugu Tani dan sisi lainnya yang luput dari perhatian.

Sekedar perbandingan berdasarkan data Wikipedia hasil sensus 2011 Negara Brunei Darussalam yang mayoritas penduduknya beragama Islam memiliki populasi sebanyak 393.372 artinya dari perhitungan diatas jumlah Massa Aksi Damai 411 yang turun ke jalan bahkan jauh lebih banyak dari jumlah seluruh penduduk Brunei.

Demikianlah salah satu pemanfaatan teknologi GIS untuk menghitung jumlah massa, seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi ini akan semakin berkembang dan ruang lingkup pemanfaatannya pun akan lebih luas lagi nantinya.

Orthophoto dan Aerial Survey – Belajar GIS

Dunia semakin mengecil, bukan karena ukuran bumi yang berubah tetapi kemampuan manusia untuk saling terhubung yang semakin berkembang pesat seiring perkembangan teknologi, hingga saat ini kita bisa dengan mudah terhubung dengan siapa saja dari belahan bumi yang berbeda semua berkat kehadiran Internet, selamat datang di zaman online.

Begitu juga pada dunia survey, semakin hari kebutuhan data semakin banyak dan cepat metodenya pun semakin berkembang dari zaman ke zaman. Sejak manusia mampu menciptakan mesin terbang trend pembuatan peta mulai bergeser menggunakan survey udara yang lebih reliable dan cepat. Pada era perang dunia I pesawat mata – mata negara yang berperang melakukan penerbangan untuk mengambil foto udara daerah – daerah strategis milik musuh yang bertujuan untuk memetakan kekuatan tempur musuh dan memetakan strategi pertempuran. Setelah perang berakhir kegiatan survey udara semakin berkembang untuk kebutuhan pemetaan wilayah dengan beragam tujuan.

Pada dasarnya survey udara memanfaatkan ilmu fotogrametry dimana peta yang akan dibuat disusun dari serangkaian foto udara vertikal (tegak lurus) yang menjadi satu kesatuan. Orthophoto dapat didefenisikan sebagai foto udara yang telah dikoreksi secara geometris (orthorectified) sedemikian rupa sehingga skala dan orientasi foto seragam dan dapat dianggap setara dengan peta.

Orthophoto yang diambil menggunakan UAV memiliki resolusi dan kualitas gambar yang lebih baik dibanding citra satelit kebanyakan. Hal ini dikarenakan ketinggian pengambilan menggunakan UAV yang berada dibawah awan sehingga menghasilkan foto yang jelas dan bersih tanpa tutupan.

Dense cloud

Orthophoto

Untuk dapat digunakan sebagai peta Orthophoto terlebih dahulu harus melewati proses koreksi geometris atau rektifikasi sehingga skala dan orientasinya seragam satu dengan yang lainnya. Setelah dilakukan koreksi geometris  tahapan selanjutnya adalah georeferencing yang merupakan proses pentautan data spasial. Data spasial biasanya berasal dari pengukuran GPS pada Ground Control Point (GCP) . Setelah orthophoto ter-georeferenced makan orthophoto dapat digunakan sebagai peta yang memenuhi syarat.

Dengan bantuan software seperti Global mapper maupun ArcGis surveyor dapat dengan mudah menganalisa data pada orothophoto tersebut seperti melakukan pengukuran jarak dan luas, volume, kontur, sensus objek di permukaan dan beragam fungsi lainnya.

Pilot Drone Riau Duduk Bersama, Komitmen Terbang Aman

 

(WP, 25/3) Drone awalnya adalah istilah untuk wahana terbang militer tanpa awak yang biasa digunakan untuk operasi militer, namun penggunaan kata ‘Drone’ kian melekat hingga menjadi sebutan umum untuk wahana terbang tanpa awak yang kini bahkan semakin merakyat dan mulai berseliwiran di langit Riau.

Drone yang paling populer dan banyak digunakan saat ini adalah jenis Quadcopter berupa wahana terbang yang menggunakan empat baling – baling dan dikendalikan dengan remote control, dapat terbang membawa kamera, ada juga yang menyebutnya dengan istilah ‘helicam’. Saat ini di Riau khususnya di Pekanbaru drone jenis ini semakin banyak digunakan karena harganya yang semakin terjangkau dan kemudahan menerbangkannya. Drone jenis ini biasanya digunakan untuk melakukan pemotretan dari ketinggian dan perekaman video.

Semakin banyaknya pengguna Drone di Riau menginspirasi para penggunanya untuk membuat komunitas para penerbang drone yang kemudian diberi nama ‘Pilot Drone Riau’. Pada Jumat 25/3 lalu para Pilot Drone Riau melakukan gathering pertama di cafe Eighthreeight dengan mengundang perwakilan dari FASI (Federasi Aerosport Indonesia) dan TNI AU Lanud Roesmin Nurjadin.

Pada acara gathering tersebut para Pilot yang berasal dari penghoby, pelaku industri di bidang videography dan pemetaan termasuk IndoAtlas sepakat untuk terbang aman dan bertanggung jawab mengikuti ketentuan penerbangan dan peraturan yang berlaku.

Perbedaan DEM, DTM dan DSM

Pada era digital saat ini komputer memiliki peran yang besar dalam dunia geodesi, produk yang dihasilkan pun semakin beragam sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pengamatan.

Banyak dari kita sudah tidak asing lagi dengan istilah DEM, DTM dan DSM. Kegita produk tersebut adalah sebuah sebuah data digital yang berbeda walaupun serupa. Berikut akan kita bahas satu persatu perbedaan DEM, DTM dan DSM.

1. Pengertian DEM (Digital Elvation Model)

DEM adalah data digital yang menggambarkan geometri dari bentuk permukaan bumi atau bagiannya yang terdiri dari himpunan titik – titik koordinat hasil sampling dari permukaan dengan algoritma yang mendefenisikan permukaan tersebut menggunakan himpunan koordinat (Tempfli, 1991)

DEM merupakan suatu sistem, model, metode, dan alat dalam mengumpulkan, prosessing, dan penyajian informasi medan. Susunan nilai-nilai digital yang mewakili distribusi spasial dari karakteristik medan, distribusi spasial di wakili oleh nilai-nilai pada sistem koordinat horisontal X Y dan karakteristik medan diwakili oleh ketinggian medan dalam sistem koordinat Z (Frederic J. Doyle, 1991)

DEM khususnya digunakan untuk menggambarkan relief medan. Gambaran model relief rupabumi tiga dimensi (3-Dimensi) yang menyerupai keadaan sebenarnya di dunia nyata (real world) divisualisaikan dengan bantuan teknologi komputer grafis dan teknologi virtual reality (Mogal, 1993)

Digital elevation model (DEM) dapat diartikan sebagai model bentuk tiga dimensi yang mengandung data ketinggian saja, sedangkan DTM memiliki konsep penampilan terrain yang lebih luas (akan dibahas lebih detil)

dem

2. Pengertian DTM (Digital Terrain Model)

DTM adalah singkatan dari Digital Terrain Model atau bentuk digital dari terrain (permukaan tanah, tidak termasuk objek diatasnya) DTM menampilkan data yang lebih lengkap dari DEM. DTM digambarkan sebagai tiga representasi dimensi permukaan medan yang terdiri dari X,Y, Z koordinat disimpan dalam bentuk digital yang tidak hanya mencakup ketinggian dan elevasi unsur – unsur geografis lainnya dan fitur alami seperti sungai, jalur punggungan, dll DTM secara efektif DEM yang telah ditambah dengan unsur-unsur seperti breaklines dan pengamatan selain data asli untuk mengoreksi artefak yang dihasilkan dengan hanya menggunakan data asli. Dengan meningkatnya penggunaan komputer dalam rekayasa dan pengembangan cepat tiga dimensi grafis komputer DTM menjadi alat yang ampuh untuk sejumlah besar aplikasi di bumi dan ilmu teknik.

dems dtms

 

3. Pengertian DSM (Digital Surface Model)

DSM adalah digital surface model atau dapat diartikan sebagai model permukaan digital. DSM juga merupakan model elevasi yang menampilkan ketinggian permukaan, jika DTM hanya menampilkan ground (permukaan tanah tanpa apapun yang diatasnya) maka DSM menampilkan bentuk permukaan apapun yang ada seperti ketinggian pohon, bangunan dan objek apapun yang ada diatas tanah.

dsm dan dtm

citra dsm

 

Manfaat DEM, DSM dan DTM

Ada banyak sekali manfaat dari ketiga produk ini, pembuatan produk turunan DEM disesuaikan dengan tujuan awal seperti untuk analisa volume, jarak cut and fill, rencana pembuatan terowongan, jembatan analisis aliran air, analisis daerah rawan longsor, irigas, erosi, pembuatan jaringan jalan dan banyak lagi bahkan sampai aspek pertahanan yang dipakai dunia militer.

Dengan adanya model 3D dari suatu wilayah maka rencana dapat dibuat dengan matang serta data yang ada dapat digunakan untuk berbagai macam simulasi dan analisis.

Perkembangan software dan dunia digital yang begitu cepat juga membantu mempermudah pembuatan produk ini, jika dulu penggunaan LIDAR menjadi tehnik favorit untuk membuat DSM kini dengan foto udara dan bantuan software DSM juga dapat dibuat dengan akurasi yang tidak kalah dan lebih murah.

 

Pentingnya peta lahan pada bisnis perkebunan

Indonesia sampai saat ini adalah Produsen CPO (crude palm oil) terbesar di dunia. Hal ini dapat kita lihat langsung disekitar kita banyak sekali tanaman kelapa sawit membentang luas yang dimiliki perusahaan maupun individu.

Dari hasil survey Litbang di Riau saja terdapat  1.781.900 ha luas areal kebun kelapa sawit dimana sebesar 889.916 ha adalah perkebunan rakyat dan sisanya dikelola oleh Swasta dan BUMN. Luasnya areal kebun kelapa sawit tersebut tentunya memerlukan manajemen yang baik agar bisnis kelapa sawit dapat berjalan lancar dan saling menguntungkan, hal ini tentunya dapat dimulai dari legalitas kepemilikan lahan dan dokumen pendukungnya agar tidak terjadi tumpang tindih lahan.

Baik Perusahaan maupun perorangan kejelasan bentuk, ukuran dan batas areal adalah hal yang sangat penting  dalam bisnis perkebunan, dengan bentuk dan ukuran areal yang jelas dan akurat banyak manfaat yang didapat seperti dukungan legalitas lahan, perencanaan pemeliharaan tanaman, rencana produksi dan lain sebagainya yang mengarah kepada precision agriculture (pengelolaan pertanian yang presisi) sehingga menghemat waktu, biaya dan tenaga serta mengoptimalkan keuntungan.

IndoAtlas sadar akan pentingnya dukungan ahli untuk memetakan areal perkebunan yang dimiliki Perorangan maupun Perusahaan dengan biaya yang terjangkau. Untuk itu salah satu layanan kami adalah jasa pemetaan areal perkebunan mikro / areal perkebunan yang dimiliki oleh masyarakat dengan luas yang tidak terlalu besar.

Dengan dilakukannya pemetaan pada areal kelapa sawit maka akan didapat bentuk areal dan luas yang akurat dan dapat digunakan untuk beragam kepentingan. Dengan adanya peta yang detil tentunya pemilik kebun kelapa sawit akan mendapat keuntungan ketika suatu saat berniat menjual kebun tersebut karena sudah memiliki ukuran dan batas yang jelas sehingga lebih meyakinkan calon pembeli.

Jika anda memerlukan bantuan untuk memetakan kebun kelapa sawit silahkan menghubungi kami di 082284012829

^